Kuasa dalam berseru kepada Tuhan

Bacaan: Yeremia 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”

Pendahuluan: Allah bekerja melalui doa-doa kita untuk membuat kehidupan dunia ini menjadi lebih baik. Doa-doa kita dapat membawa keselamatan; kesembuhan; kesejahteraan; keamanan. Doa-doa kita pun dapat mengubah [mentransformasi] suatu bangsa. Namun, sekalipun Allah berdaulat dan Maha Kuasa, Ia tidak akan melakukan apapun atas masalah-masalah yang terjadi di dunia ini sampai Ia menemukan orang-orang yang mau berdoa dengan tekun dan setia. Allah harus melibatkan Musa yang rela berdoa dengan tekun dan setia semalam-malaman bersama-Nya untuk mengeringkan Laut Teberau agar orang Israel diselamatkan dari kejaran Firaun [Keluaran 14:21]. Sekalipun adalah ide, inisiatif atau kehendak Allah untuk menurunkan hujan tetapi Allah harus melibatkan Elia yang rela berdoa dengan tekun dan setia sampai hujan itu turun [1 Raja 18]. Transformasi atas bangsa Indonesia dan kota-kota adalah inisiatif dan kehendak Allah bukan manusia, tetapi Allah harus melibatkan orang-orang percaya untuk berdoa dengan tekun dan setia sampai transformasi terwujud atas bangsa Indonesia. Pembahasan: Apakah bentuk doa yang dapat mewujudkan ide, inisiatif atau kehendak Allah? Dalam Yeremia 33:3, Tuhan berfirman kepada Yeremia agar mereka berseru kepada-Nya. Doa dengan berseru merupakan doa yang penuh kuasa. Berseru merupakan ungkapan doa yang aktif dan dapat didengar. Bahasa Ibrani untuk ‘berseru’ adalah Qara artinya berteriak atau menjerit. Bahasa Yunani untuk ‘berseru’ adalah Kaleo artinya memanggil nama seseorang. Dalam Mazmur 18:7, “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.” Doa dengan berseru merupakan doa yang dibawakan seseorang kepada Tuhan dengan segenap hati, jelas dan terperinci terkadang disertai dengan erangan dan cucuran air mata. Ada beberapa contoh: kuasa dalam berseru. Ketika orang Israel berseru-seru, berteriak, mengerang kepada Tuhan karena perbudakan Mesir, Allah mendengar seruan mereka dan memberikan janji kelepasan dan sebuah Tanah Perjanjian [Keluaran 2:23-24, 3:7-9] Ketika Hana berseru, berteriak, mengerang, menangis kepada Tuhan untuk minta seorang anak, Allah mengingat seruan doanya. Allah bukan saja memberikannya seorang anak tetapi seorang Nabi Besar untuk Israel yaitu Samuel [1 Samuel 1:8-13]. Bartimeus, Pengemis buta di Yerikho berseru-seru kepada Tuhan, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Seruan Bartimeus menghentikan derap langkah kaki Tuhan. Lalu Tuhan menjawab seruan Bartimeus dengan menanyakan, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat?” Jawab Bartimeus, “Rabuni, Supaya aku dapat melihat.” Dan Yesus bukan hanya menyembuhkan tetapi juga menyelamatkan hidupnya. [Markus 10:46-52] Yesus perlu menanyakan, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat?” Sebelum Bartimeus meminta supaya ia dapat melihat, Yesus belum dapat memberikan kesembuhan karena setiap pemberian Allah tidaklah dapat dipisahkan dari permintaan kita. Bagaimanakah ‘seruan’ dapat memiliki kuasa? Pertama, Anda harus mengenal dan dikenal oleh Allah [Keluaran 2:24] Allah mendengar seruan orang-orang Israel di Mesir oleh karena Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah mengenal mereka oleh karena Allah mengikat perjanjian dengan nenek moyang mereka. Oleh karena ada ikatan perjanjian, Allah bertanggung jawab untuk mendengar dan menjawab seruan orang Israel. Bukankah Allah mengenal kita melalui Yesus Kristus? Anda dapat mengenal dan dikenal oleh Allah sejak Anda bertobat dan percaya bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi Anda. Tanda Anda bertobat dan percaya, Anda hidup dalam Kasih bukan Kejahatan. Dalam satu Yohanes 4:7, “… Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” Kasih adalah tanda pengenal bahwa Anda hidup berada dalam perjanjian dengan Allah. Kasih selalu berkorban. Berkorban adalah memberi sampai sakit. [Yohanes 3:16]. Sebaliknya Kejahatan selalu merampas, mengambil atau merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Dalam Matius 7:23, “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Allah tidak pernah mengenal mereka, para pembuat kejahatan, sekalipun mereka berseru kepada-Nya: Tuhan, Tuhan, pernah bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan. [Matius 7:22]. Mereka yang hidup di dalam kasih Allah adalah mereka yang mengenal dan dikenal Allah karena mereka lahir dari Allah. Seruan Anda akan memiliki kuasa atau didengar oleh Allah bilamana Anda mengenal dan dikenal oleh Allah. Kedua, Anda harus memelihara “hati” [Yohanes 7:38] Anda harus memelihara ‘hati’ Anda bilamana seruan Anda mau didengar oleh Allah. Yohanes 7:28, “…bigsmileari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Kata ‘hati’ berasal dari kata ‘Koilia’ [Yunani] yang artinya ‘Rahim.’ Orang-orang percaya adalah rahim-rahim Allah di muka bumi ini. Anda dapat mengandung dan melahirkan banyak janji Allah bilamana ‘rahim’ hati Anda sehat dan subur untuk menerima benih Allah [firman-Nya]. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran kandungan. Salah satu penyebabnya adalah Virus Toksoplasma. Virus ini berasal dari bulu-bulu hewan seperti kucing, anjing, ayam. Virus ini sangat berbahaya dan akan mematikan setiap janin yang berada di dalam rahim [kandungan]. Sebelum virus ini dilumpuhkan, setiap benih [sperma] yang telah mengalami pembuahan tidak dapat bertahan hidup, selalu mengalami keguguran. “Rahim” hati Anda harus bebas dari segala virus yang dapat menyebabkan gugurnya benih firman, bilamana Anda mau memiliki kuasa dalam seruan doa Anda. Apakah jenis virus mematikan yang harus dibuang dari “Rahim” hati kita? Bentuk Virus mematikan yang harus dibuang dari “Rahim” hati kita antara lain segala sesuatu yang duniawi yaitu: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala [Kolose 3:5] dan Dosa-dosa mulut yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan dusta [Kol 3:8] Bukankah orang Israel telah menerima ‘benih’ janji Allah bahwa mereka akan mendapatkan sebuah negeri yang baik dan luas, sebuah negeri yang berlimpah susu dan madunya? Namun mengapa mereka tidak menerimanya? Oleh karena mereka tidak memelihara “Rahim” hati mereka dari segala Virus kejahatan sehingga ‘benih’ tersebut mengalami keguguran – mereka dibinasakan dipadang gurun [1 Korintus 10:6-10]. Bagaimanakah memelihara “Rahim” hati agar dapat melahirkan janji Allah [transformasi]? Pertama, Anda harus membangun keintiman dengan Tuhan Berseru kepada Tuhan berarti Anda membangun keintiman dengan Tuhan, Anda harus mendapatkan ‘benih’ firman Tuhan untuk dapat dikandung dalam “rahim” hati Anda. Keintiman merupakan proses pertukaran hati antara hati Allah dengan hati kita. Bukankah transformasi adalah perubahan hati yang disertai perubahan karakter dan perubahan tindakan? Buah keintiman dengan Tuhan adalah belas kasihan. Belas kasihan adalah kemampuan yang diberikan Allah untuk mengenali kebutuhan orang lain. Bukankah kebutuhan terbesar setiap orang adalah keselamatan jiwa melalui Kristus Yesus? Belas kasihan merupakan fondasi hidup orang Kristen yang lahir dari keintiman dengan Tuhan. Belas kasihan adalah aktifator segala mujizat yang dilakukan Yesus Kristus di dunia ini “maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan…” [Mar 1:41] Roh belas kasihan akan meruntuhkan setiap kejahatan yang ada di dalam “Rahim” hati kita. Tanda seseorang menerima roh belas kasihan adalah mereka dapat ‘mencucurkan’ air mata untuk orang lain dan kebutuhannya, mereka rela memberi sampai sakit [berkorban] kepada orang lain. Mereka tidak akan merampas, mengambil atau merugikan orang lain untuk keuntungannya sendiri [berbuat jahat]. Kedua, Anda harus bersyafaat bagi orang lain Doa adalah menyatakan kebutuhan kita kepada Tuhan. Syafaat adalah menyatakan kebutuhan orang lain kepada Tuhan. Anda harus bersyafaat untuk orang lain untuk memelihara “Rahim” hati tetap sehat dan subur. Melalui syafaat, Anda mulai mendoakan segala macam kebutuhan orang lain sampai Tuhan memberikan jawaban-Nya atas doa Anda. Fondasi syafaat adalah roh belas kasihan yang lahir dari keintiman dengan Tuhan secara pribadi. Anda tidak dapat bersyafaat sebelum Anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan merasakan kebutuhan [penderitaan] orang lain. Artinya, Anda bersyafaat setelah Anda membangun keintiman pribadi dengan Tuhan. Syafaat, selain akan memperbesar otot-otot iman pengharapan dan kasih Anda kepada Tuhan, syafaat juga akan membuat “Rahim” hati Anda menjadi tetap sehat dan subur untuk menampung dan melahirkan “benih” janji Allah dalam kehidupan Anda dan banyak orang. Ketiga, Anda harus melakukan Invasi Invasi merupakan penyerangan untuk merebut dan menduduki wilayah kekuasaan musuh [kerajaan Iblis]. Invasi dilakukan dalam beberapa bentuk tindakan seperti yang dilakukan Tuhan Yesus ketika Ia melayani di dunia ini [Markus 1:29-45] Memberitakan Injil Kerajaan Allah Mengusir setan-setan Menyembuhkan sakit penyakit Senjata peperangan kita adalah senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah yaitu berupa Darah Yesus; firman Allah dan Nama Yesus. Tujuan dari invasi adalah menghasilkan pertobatan sejati yang berdampak kepada transformasi kota-kota dan bangsa. Kuasa dalam Berseru kepada Tuhan Saturday, 28. March 2009, 13:44 Sapta Tandi 30 Maret 2003 Bacaan: Yeremia 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Pendahuluan: Allah bekerja melalui doa-doa kita untuk membuat kehidupan dunia ini menjadi lebih baik. Doa-doa kita dapat membawa keselamatan; kesembuhan; kesejahteraan; keamanan. Doa-doa kita pun dapat mengubah [mentransformasi] suatu bangsa. Namun, sekalipun Allah berdaulat dan Maha Kuasa, Ia tidak akan melakukan apapun atas masalah-masalah yang terjadi di dunia ini sampai Ia menemukan orang-orang yang mau berdoa dengan tekun dan setia. Allah harus melibatkan Musa yang rela berdoa dengan tekun dan setia semalam-malaman bersama-Nya untuk mengeringkan Laut Teberau agar orang Israel diselamatkan dari kejaran Firaun [Keluaran 14:21]. Sekalipun adalah ide, inisiatif atau kehendak Allah untuk menurunkan hujan tetapi Allah harus melibatkan Elia yang rela berdoa dengan tekun dan setia sampai hujan itu turun [1 Raja 18]. Transformasi atas bangsa Indonesia dan kota-kota adalah inisiatif dan kehendak Allah bukan manusia, tetapi Allah harus melibatkan orang-orang percaya untuk berdoa dengan tekun dan setia sampai transformasi terwujud atas bangsa Indonesia. Pembahasan: Apakah bentuk doa yang dapat mewujudkan ide, inisiatif atau kehendak Allah? Dalam Yeremia 33:3, Tuhan berfirman kepada Yeremia agar mereka berseru kepada-Nya. Doa dengan berseru merupakan doa yang penuh kuasa. Berseru merupakan ungkapan doa yang aktif dan dapat didengar. Bahasa Ibrani untuk ‘berseru’ adalah Qara artinya berteriak atau menjerit. Bahasa Yunani untuk ‘berseru’ adalah Kaleo artinya memanggil nama seseorang. Dalam Mazmur 18:7, “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.” Doa dengan berseru merupakan doa yang dibawakan seseorang kepada Tuhan dengan segenap hati, jelas dan terperinci terkadang disertai dengan erangan dan cucuran air mata. Ada beberapa contoh: kuasa dalam berseru. Ketika orang Israel berseru-seru, berteriak, mengerang kepada Tuhan karena perbudakan Mesir, Allah mendengar seruan mereka dan memberikan janji kelepasan dan sebuah Tanah Perjanjian [Keluaran 2:23-24, 3:7-9] Ketika Hana berseru, berteriak, mengerang, menangis kepada Tuhan untuk minta seorang anak, Allah mengingat seruan doanya. Allah bukan saja memberikannya seorang anak tetapi seorang Nabi Besar untuk Israel yaitu Samuel [1 Samuel 1:8-13]. Bartimeus, Pengemis buta di Yerikho berseru-seru kepada Tuhan, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Seruan Bartimeus menghentikan derap langkah kaki Tuhan. Lalu Tuhan menjawab seruan Bartimeus dengan menanyakan, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat?” Jawab Bartimeus, “Rabuni, Supaya aku dapat melihat.” Dan Yesus bukan hanya menyembuhkan tetapi juga menyelamatkan hidupnya. [Markus 10:46-52] Yesus perlu menanyakan, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat?” Sebelum Bartimeus meminta supaya ia dapat melihat, Yesus belum dapat memberikan kesembuhan karena setiap pemberian Allah tidaklah dapat dipisahkan dari permintaan kita. Bagaimanakah ‘seruan’ dapat memiliki kuasa? Pertama, Anda harus mengenal dan dikenal oleh Allah [Keluaran 2:24] Allah mendengar seruan orang-orang Israel di Mesir oleh karena Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah mengenal mereka oleh karena Allah mengikat perjanjian dengan nenek moyang mereka. Oleh karena ada ikatan perjanjian, Allah bertanggung jawab untuk mendengar dan menjawab seruan orang Israel. Bukankah Allah mengenal kita melalui Yesus Kristus? Anda dapat mengenal dan dikenal oleh Allah sejak Anda bertobat dan percaya bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi Anda. Tanda Anda bertobat dan percaya, Anda hidup dalam Kasih bukan Kejahatan. Dalam satu Yohanes 4:7, “… Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.” Kasih adalah tanda pengenal bahwa Anda hidup berada dalam perjanjian dengan Allah. Kasih selalu berkorban. Berkorban adalah memberi sampai sakit. [Yohanes 3:16]. Sebaliknya Kejahatan selalu merampas, mengambil atau merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Dalam Matius 7:23, “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Allah tidak pernah mengenal mereka, para pembuat kejahatan, sekalipun mereka berseru kepada-Nya: Tuhan, Tuhan, pernah bernubuat, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan. [Matius 7:22]. Mereka yang hidup di dalam kasih Allah adalah mereka yang mengenal dan dikenal Allah karena mereka lahir dari Allah. Seruan Anda akan memiliki kuasa atau didengar oleh Allah bilamana Anda mengenal dan dikenal oleh Allah. Kedua, Anda harus memelihara “hati” [Yohanes 7:38] Anda harus memelihara ‘hati’ Anda bilamana seruan Anda mau didengar oleh Allah. Yohanes 7:28, “…bigsmileari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Kata ‘hati’ berasal dari kata ‘Koilia’ [Yunani] yang artinya ‘Rahim.’ Orang-orang percaya adalah rahim-rahim Allah di muka bumi ini. Anda dapat mengandung dan melahirkan banyak janji Allah bilamana ‘rahim’ hati Anda sehat dan subur untuk menerima benih Allah [firman-Nya]. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran kandungan. Salah satu penyebabnya adalah Virus Toksoplasma. Virus ini berasal dari bulu-bulu hewan seperti kucing, anjing, ayam. Virus ini sangat berbahaya dan akan mematikan setiap janin yang berada di dalam rahim [kandungan]. Sebelum virus ini dilumpuhkan, setiap benih [sperma] yang telah mengalami pembuahan tidak dapat bertahan hidup, selalu mengalami keguguran. “Rahim” hati Anda harus bebas dari segala virus yang dapat menyebabkan gugurnya benih firman, bilamana Anda mau memiliki kuasa dalam seruan doa Anda. Apakah jenis virus mematikan yang harus dibuang dari “Rahim” hati kita? Bentuk Virus mematikan yang harus dibuang dari “Rahim” hati kita antara lain segala sesuatu yang duniawi yaitu: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala [Kolose 3:5] dan Dosa-dosa mulut yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan dusta [Kol 3:8] Bukankah orang Israel telah menerima ‘benih’ janji Allah bahwa mereka akan mendapatkan sebuah negeri yang baik dan luas, sebuah negeri yang berlimpah susu dan madunya? Namun mengapa mereka tidak menerimanya? Oleh karena mereka tidak memelihara “Rahim” hati mereka dari segala Virus kejahatan sehingga ‘benih’ tersebut mengalami keguguran – mereka dibinasakan dipadang gurun [1 Korintus 10:6-10]. Bagaimanakah memelihara “Rahim” hati agar dapat melahirkan janji Allah [transformasi]? Pertama, Anda harus membangun keintiman dengan Tuhan Berseru kepada Tuhan berarti Anda membangun keintiman dengan Tuhan, Anda harus mendapatkan ‘benih’ firman Tuhan untuk dapat dikandung dalam “rahim” hati Anda. Keintiman merupakan proses pertukaran hati antara hati Allah dengan hati kita. Bukankah transformasi adalah perubahan hati yang disertai perubahan karakter dan perubahan tindakan? Buah keintiman dengan Tuhan adalah belas kasihan. Belas kasihan adalah kemampuan yang diberikan Allah untuk mengenali kebutuhan orang lain. Bukankah kebutuhan terbesar setiap orang adalah keselamatan jiwa melalui Kristus Yesus? Belas kasihan merupakan fondasi hidup orang Kristen yang lahir dari keintiman dengan Tuhan. Belas kasihan adalah aktifator segala mujizat yang dilakukan Yesus Kristus di dunia ini “maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan…” [Mar 1:41] Roh belas kasihan akan meruntuhkan setiap kejahatan yang ada di dalam “Rahim” hati kita. Tanda seseorang menerima roh belas kasihan adalah mereka dapat ‘mencucurkan’ air mata untuk orang lain dan kebutuhannya, mereka rela memberi sampai sakit [berkorban] kepada orang lain. Mereka tidak akan merampas, mengambil atau merugikan orang lain untuk keuntungannya sendiri [berbuat jahat]. Kedua, Anda harus bersyafaat bagi orang lain Doa adalah menyatakan kebutuhan kita kepada Tuhan. Syafaat adalah menyatakan kebutuhan orang lain kepada Tuhan. Anda harus bersyafaat untuk orang lain untuk memelihara “Rahim” hati tetap sehat dan subur. Melalui syafaat, Anda mulai mendoakan segala macam kebutuhan orang lain sampai Tuhan memberikan jawaban-Nya atas doa Anda. Fondasi syafaat adalah roh belas kasihan yang lahir dari keintiman dengan Tuhan secara pribadi. Anda tidak dapat bersyafaat sebelum Anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan merasakan kebutuhan [penderitaan] orang lain. Artinya, Anda bersyafaat setelah Anda membangun keintiman pribadi dengan Tuhan. Syafaat, selain akan memperbesar otot-otot iman pengharapan dan kasih Anda kepada Tuhan, syafaat juga akan membuat “Rahim” hati Anda menjadi tetap sehat dan subur untuk menampung dan melahirkan “benih” janji Allah dalam kehidupan Anda dan banyak orang. Ketiga, Anda harus melakukan Invasi Invasi merupakan penyerangan untuk merebut dan menduduki wilayah kekuasaan musuh [kerajaan Iblis]. Invasi dilakukan dalam beberapa bentuk tindakan seperti yang dilakukan Tuhan Yesus ketika Ia melayani di dunia ini [Markus 1:29-45] Memberitakan Injil Kerajaan Allah Mengusir setan-setan Menyembuhkan sakit penyakit Senjata peperangan kita adalah senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah yaitu berupa Darah Yesus; firman Allah dan Nama Yesus. Tujuan dari invasi adalah menghasilkan pertobatan sejati yang berdampak kepada transformasi kota-kota dan bangsa. Penutup: Meskipun Allah sendiri yang memulai sesuatu dan sungguh-sungguh ingin melakukannya, Allah tetap menghendaki kita untuk meminta kepada-Nya karena pemberian Allah tidaklah dapat dipisahkan dari permintaan kita. Renungan ini membahas bentuk permintaan doa yang memiliki kuasa yaitu berseru kepada Tuhan. Seruan kepada Tuhan merupakan ungkapan doa yang aktif dan sungguh-sungguh, itulah alasannya mengapa Allah senang mendengar seruan umat-Nya.Penutup: Meskipun Allah sendiri yang memulai sesuatu dan sungguh-sungguh ingin melakukannya, Allah tetap menghendaki kita untuk meminta kepada-Nya karena pemberian Allah tidaklah dapat dipisahkan dari permintaan kita. Renungan ini membahas bentuk permintaan doa yang memiliki kuasa yaitu berseru kepada Tuhan. Seruan kepada Tuhan merupakan ungkapan doa yang aktif dan sungguh-sungguh, itulah alasannya mengapa Allah senang mendengar seruan umat-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>