Belajar buang tamak

oleh Daniel Kaleb pada 30 Mei 2011 jam 9:25
1 Tim 6:1-21.

1 Seberapa banyak budak yang berada di bawah kuk, hendaklah mereka terus menganggap pemilik mereka layak mendapat hormat sepenuhnya, agar nama Allah dan ajaran itu tidak dibicarakan orang dengan akibat yang merugikan.

2 Lagi pula, jika pemilik mereka adalah orang yang percaya, janganlah memandang rendah kepadanya, karena ia adalah saudara. Sebaliknya, hendaklah mereka lebih bersedia lagi menjadi budak, karena yang mendapat manfaat dari pelayanan mereka yang baik adalah orang yang percaya dan dikasihi. Teruslah ajarkan perkara-perkara ini dan berikan nasihat-nasihat ini. 3 Jika seseorang mengajarkan doktrin lain dan tidak menyetujui perkataan yang sehat, yakni dari Tuan kita, Yesus Kristus, ataupun ajaran yang sesuai dengan pengabdian yang saleh, 4 ia adalah orang yang besar kepala karena sombong, tidak mengerti apa pun, tetapi sakit secara mental sehubungan dengan persoalan-persoalan dan perdebatan tentang kata-kata. Dari hal-hal ini muncul kedengkian, percekcokan, cacian, kecurigaan yang fasik, 5 perbantahan yang sengit mengenai hal-hal sepele di antara orang-orang yang rusak pikirannya dan yang telah kehilangan kebenaran, yang berpikir bahwa pengabdian yang saleh adalah sarana untuk mendapatkan keuntungan. 6 Memang, pengabdian yang saleh ini, yang disertai rasa cukup, adalah sarana untuk mendapatkan keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa apa pun ke dalam dunia, dan kita juga tidak dapat membawa apa pun ke luar. 8 Maka, dengan mempunyai makanan, pakaian dan penaungan, hendaknya kita puas dengan perkara-perkara ini. 9 Tetapi, orang yang bertekad untuk menjadi kaya jatuh dalam godaan dan jerat dan banyak keinginan yang hampa dan menyakitkan, yang menjerumuskan orang-orang ke dalam kebinasaan dan keruntuhan. 10 Sebab cinta akan uang adalah akar segala macam perkara yang mencelakakan, dan dengan memupuk cinta ini beberapa orang telah disesatkan dari iman dan menikam diri mereka dengan banyak kesakitan. 11 Akan tetapi engkau, hai, abdi Allah, larilah dari hal-hal ini. Tetapi kejarlah keadilan, kebenaran, pengabdian yang saleh, iman, kasih, ketekunan, watak yang lembut. 12 Berjuanglah dalam perjuangan yang baik dari iman, genggamlah dengan teguh kehidupan abadi yang untuknya engkau dipanggil dan mempersembahkan pernyataan yang baik di hadapan umum di depan banyak saksi. 13 Di hadapan Allah, yang memelihara kehidupan segala sesuatu, dan di hadapan Kristus Yesus, yang sebagai saksi membuat pernyataan yang baik di hadapan umum di hadapan Pontius Pilatus, aku memberimu perintah 14 agar engkau menjalankan perintah itu tanpa noda dan dengan tidak bercela sampai manifestasi Tuan kita, Yesus Kristus. 15 Manifestasi ini akan diperlihatkan oleh satu-satunya Pemegang Kekuasaan yang berbahagia pada waktunya sendiri yang sudah ditetapkan, ia, Raja atas mereka yang memerintah sebagai raja dan Tuan atas mereka yang memerintah sebagai tuan, 16 pribadi satu-satunya yang mempunyai peri tidak berkematian, yang tinggal dalam terang yang tidak terhampiri, yang tidak pernah dilihat atau dapat dilihat oleh seorang pun. Bagi dialah kehormatan dan keperkasaan abadi. Amin. 17 Berilah perintah kepada orang kaya dalam sistem sekarang ini agar tidak tinggi hati, dan menaruh harapan mereka, bukan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi pada Allah, yang memberikan segala sesuatu dengan limpah kepada kita untuk kesenangan kita; 18 agar mengupayakan kebaikan, kaya dengan perbuatan baik, murah tangan, rela membagi apa yang mereka miliki, 19 menimbun harta dengan cara yang aman sebagai fondasi yang baik bagi diri mereka untuk masa depan, agar mereka dapat dengan teguh menggenggam kehidupan yang sebenarnya. 20 Hai, Timotius, jagalah apa yang dipercayakan kepadamu, dengan berpaling dari percakapan kosong yang mencemari apa yang kudus dan pertentangan-pertentangan tentang apa yang secara salah disebut ”pengetahuan”. 21 Sebab dengan memamerkan pengetahuan yang demikianlah, beberapa orang telah menyimpang dari iman. Semoga kebaikan hati yang tidak selayaknya diperoleh menyertai kamu sekalian. (Bahasa Indonesia Sehari-hari).

Buanglah tamak pada tempatnya.

Bagi beberapa orang beralasan untuk tidak menjadi kaya. Ada yang berpikir:
- menjadi kaya itu tidak perlu.
- menjadi kaya itu membuat buta kehidupan.
- menjadi kaya itu susah mengurus rumahnya yang besar.
- menjadi kaya itu susah mengurus uangnya.
- menjadi kaya itu susah mengurus usahanya. Terlalu rumit.
- menjadi kaya itu akan menjadi jahat.
- menjadi kaya itu membuat sombong.
- menjadi kaya itu merusak bangsa.
- menjadi kaya itu menghancurkan generasi.
- (yang ekstrim berpikirnya) menjadi kaya itu dari iblis.

Dalam hal ini kita belajar bahwa orang yang berpikir lebih baik menjadi miskin adalah keputusan yang tepat. Benarkah?

Kita akan belajar prinsip firman Tuhan tentang apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita.

1. Ibadah. Ay 3-7.

Tuhan mengingatkan dan menghendaki agar kita beribadah.

- ibadah kita haruslah ibadah dimana hati kita terkoneksi (terhubung) dengan hati Tuhan.

- ibadah kita merupakan ibadah yang membawa keuntungan untuk banyak orang.

- ibadah kita harus
~ Saling menghormati.
~ Menaati pemimpin.
~ Mengasihi para pemberi dan sesama saudara seiman.
~ Mengasihi sesama

Menurut konteksnya Paulus mengingatkan Timotius agar memberi peringatan kepada orang kaya yang tamak. Orang kaya ini berasal dari mantan penyembah berhala yang baru percaya Yesus yang menjadikan agama dan ibadah hanya sekedar keuntungan diri sendiri. Mereka ibadah namun hatinya jauh dari Tuhan.

Orang kaya ini dulunya sebagai tengkulak dan rentenir yang menyakitkan. Mereka punya kebun yang besar dan banyak, punya banyak kastil dan benteng (hanya ketika sebelum percaya Yesus, mereka punya altar dewa masing-masing di kastil dan kebunnya setelah percaya Yesus maka mereka singkirkan dan membuat ruang kapel tersendiri). Mereka memiliki klan masing-masing. Mereka menjadi tuan tanah yang memberi pinjaman sampai membuat hutang yang melilit dan memperbudak para penghutang. Mereka orang kaya yang tamak. Memperbesar tingkat kemiskinan. Mereka suka menjelek-jelekan warga. Mereka senang dengan usaha dagang dan kongsi besar-besaran. Usaha mereka pun dulunya senang menjatuhkan saingan usaha. Mereka dulu biasa melakukan banyak intrik politik, berkuasa, banyak membuat konspirasi, dalang pembunuhan berencana tingkat tinggi, pemilik tentara-tentara besar pribadi yang membantu pihak kerajaan dan istana apabila berperang.

Mereka ini yang ditentang Tuhan. Tuhan berbicara melalui rasul Paulus untuk meluruskan sikap hidup orang kaya yang tamak ini karena merusak iman.

Para orang kaya tamak ini hanya mementingkan keuntungan pribadi. Karena itu mereka sudah terbiasa dengan ibadah dan menyangka ibadah itu membawa keuntungan besar, rejeki besar. Mereka tidak memaknai ibadah pada salib Yesus yang menghapus dosa manusia dan mengasihi sesama.

- bagaimana dengan ibadah kita? Suam-suamkah? Masihkah menyala-nyala?
- bagaimana dengan ibadah kita? Masihkah merasakah hadirat Tuhan (sebab Roh Tuhan tidak terlihat namun bisa dirasakan)? Apakah kita rajin bergaul dengan Dia? Apakah hati kita dekat dengan Tuhan? Konsistenkah kita mendalami firman Tuhan dan bersaat teduh dengan-Nya?

Mari kita kaya rohani.

2. Rasa cukup. Ay 8.

Kita sewajarnya memiliki rasa cukup untuk tidak tinggi hati dan tidak sombong. Belajar untuk tidak memamerkan bahwa kita mempunyai segalanya. Belajar untuk tidak memamerkan bahwa tanpa kita pekerjaan itu tidak berkembang.

Rasa cukup itu artinya
• Mengucap syukur.
• Menerima sesuai dengan porsinya masing-masing.
• Merendahkan hati.

3. Nilai kerajaan Tuhan. Ay 11-19.

Ketika kita hidup dalam Tuhan maka kita wajib menanamkan nilai kerajaan Tuhan dalam hidup kita.

Tuhan menghendaki agar:

a. Memiliki sifat kristen sejati yaitu:

kita mengejar:
~ keadilan
~ kebenaran
~ pengabdian yang saleh
~ iman
~ kasih
~ ketekunan
~ watak yang lembut. Ay 11.

Kehidupan kita memiliki kehidupan yang seharusnya memiliki gambar dan rupa Tuhan dimana dalam hal ini ialah memiliki dan memancarkan sifat-sifat Tuhan kita Yesus Kristus. Miliki kehidupan sifat Yesus dalam hidup kita.

b. Fokus kepada Tuhan Yesus.

Tidak tinggi hati, dan menaruh harapan mereka, bukan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi pada Allah, Ay 18a.

Fokus pada keilahian Tuhan Yesus Kristus melalui karya darah-Nya, tubuh-Nya yang terluka luar dalam, kematian dan kebangkitan-Nya. Biarlah semua Tuhan Yesus.

Mengistimewakan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dalam hati kita. Bukan kekayaan yang tidak pasti.

c. Memberi

yang memberikan segala sesuatu dengan limpah kepada kita untuk kesenangan kita, agar mengupayakan kebaikan, kaya dengan perbuatan baik, murah tangan, rela membagi apa yang mereka miliki. Ay 18a.

Tuhan mau agar kita yang telah diberkati oleh Dia untuk kita dapat memberi.

~ memberi dalam persepuluhan.
~ memberi untuk gereja sebagai rumah Tuhan.
~ memberi untuk orang miskin.
~ memberi untuk orang yang membutuhkan.
~ memberi untuk panti asuhan, panti jompo, panti werda.
~ memberi kelebihan keahlian kita agar diajarkan kepada orang lain.

Dengan memberi maka kita memanifestasikan (menyatakan) kasih kita kepada orang lain sama seperti Tuhan Yesus mengasihi kita dan semua orang.

d. Berinvestasi yang aman

menimbun harta dengan cara yang aman sebagai fondasi yang baik bagi diri mereka untuk masa depan, agar mereka dapat dengan teguh menggenggam kehidupan yang sebenarnya. Ay 19.

Tuhan mau agar kita menimbun harta dengan cara aman untuk masa depan yang terjamin. Kita bisa memanfaatkan uang kita untuk kepentingan yang lebih besar bagi keluarga dan bagi banyak orang dengan memakai:

• Mengembangkan usaha dengan ekspansi baik secara Nasional dan Internasional.
• Tabungan.
• Asuransi.
• Deposito.
• Properti sewaan.
• Reksadana.
• Simpanan emas / harta benda / surat berharga lainnya.
• Saham.
• Royalti.

Mari kita melatih diri kita untuk tetap membuang ketamakan kita dengan
1. Ibadah.
2. Rasa cukup.
3. Menanamkan nilai kerajaan Tuhan.

Kita akan melihat akan kemurahan Tuhan yang besar, anugerah-Nya yang besar, perkenanan-Nya yang besar. Akan ada kesatuan hati. Akan ada kepedulian yang kental. Akan ada mujizat dan keajaiban terjadi. Nama Yesus ditinggikan sebagai Tuhan di hidup kita, komunitas hingga bangsa-bangsa.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>