Lidah seorang murid

“TUHAN ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.” “Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata… Tinggi gunung seribu janji, lain dibibir lain dihati…” itulah sebaris bait lagu nostalgia lama yang pernah menjadi top hits sekitar tahun 80 an.

Memang lidah tak bertulang, dalam jaman yang semakin tidak menentu ini, lidah semakin sering digunakan menjadi sebuah alat yang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik. Jika kita menonton siaran berita melalui media televisi, kita akan menemukan begitu banyak permasalahan yang terjadi dalam kehidupan ini yang bersumber dari lidah. Sebut saja sebuah kasus penistaan agama yang terjadi di Cikeusik dan Temanggung yang baru saja terjadi pertengahan bulan Februari lalu, sebuah peristiwa yang mencoreng wajah bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai bangsa yang ramah tamah dan cinta damai ; bagaimana kita semua dipertontonkan perilaku orang-orang yang menggunakan lidahnya sebagai alat kekerasan, sehingga mereka dapat memprovokasi masa untuk merusak, membakar gedung bahkan membunuh manusia.

Sebagai murid KRISTUS, kita tentu tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan yang demikian, bahkan sebagai murid, TUHAN telah memberikan kepada kita lidah seorang murid, supaya dengan perkataan, kita dapat membangun orang yang sedang letih lesu, patah semangat, berbeban berat, sehingga mereka mendapatkan semangat yang baru.

Apa yang harus kita lakukan untuk memiliki lidah seorang murid, sehingga orang lain diberkati oleh perkataan kita?

1. Menjaga lidah dari perkara yang jahat

“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu”. ~ Mazmur 34:14

Ada banyak sekali contoh lidah yang jahat, salah satunya ialah mengomel, ada orang Kristen yang setiap hari pekerjaanya selalu mengomel, seolah tiada hari tanpa ocehannya, selalu saja ada yang salah dimatanya, dan hal ini membuat orang-orang yang ada disekitarnya menjadi “gerah” dan tidak mau berada dekat-dekat dengan dirinya. Orang seperti ini tentu tidak memiliki lidah seorang murid, karena perkataannya tidak memberikan semangat atau membangun orang lain, bahkan sebaliknya menghancurkan orang lain. Kemudian ada juga GOSIP, gosip ini memang perkara yang tidak mudah dihilangkan, ada banyak orang kristen yang tanpa sadar ikut membicarakan hal-hal yang buruk tentang orang lain. Perlu anda sadari bahwa gosip itu adalah dosa, ketika anda mulai membicarakan hal-hal yang buruk tentang orang lain, tanpa sadar anda sudah memberikan penghakiman kepada orang tersebut, padahal penghakiman adalah haknya TUHAN.

Diskusi:

Mari diskusikan bersama, beberapa contoh lidah yang jahat yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari

2. Miliki lidah yang lembut

“Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” ~ Amsal 15:4

Sebagai murid TUHAN, kita harus memiliki lidah yang lembut dan bijaksana. Kata-kata yang lembut dapat menenangkan hati yang galau dan banyak orang akan merasa diberkati. Sesungguhnya banyak konflik / pertengkaran terjadi akibat dari penggunaan lidah dengan cara yang salah, banyak orang bertengkar hanya karena masalah yang sebenarnya sangat sepele, namun masalah yang sepele tersebut bisa menjadi sangat besar karena dibarengi dengan kata-kata kasar yang keluar dari emosi yang meluap. Kitab Yakobus menggambarkan lidah itu seperti api. Lihatlah api, betapapun kecilnya api namun jika digunakan dengan cara yang salah dapat membakar hutan yang besar dan banyak korban jatuh karenanya. Sebaliknya, masalah yang besar akan dapat diselesaikan dengan mudah jika kita menggunakan kata-kata yang lembut dan menenangkan hati. Karena itu milikilah lidah yang lembut dan bijaksana sehingga melalui perkataan kita, orang merasakan damai sejahtera dan sukacita surgawi. Namun lembut juga bukan berarti lemah, didalam kelembutan juga harus terdapat ketegasan prinsip dan dalam menyampaikan ketegasan itu harus disertai dengan kebijaksanaan.

3. Berikan lidahmu dikuasai TUHAN.

“Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, TUHAN, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.” ~ Mazmur 66:17

Dalam ayat ini kita melihat bagaimana Musa mencoba berdalih kepada TUHAN untuk tidak melakukan perintahNya yaitu berbicara kepada raja mesir firaun untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Musa menggunakan alasan “sebab aku berat mulut dan berat lidah” tetapi lihat apa jawaban TUHAN : “Siapakah yang membuat lidah manusia?” Hal ini menunjukan bahwa TUHAN adalah Allah yang berkuasa atas lidah, sebab Dialah yang menciptakan lidah manusia. Hendaknya dalam menggunakan lidah, setiap hari kita harus menyerahkannya kedalam penguasaan TUHAN, penggunaan lidah yang tidak diserahkan kedalam penguasaan TUHAN akan membawa kita jatuh kedalam berbagai masalah dan pencobaan. Salah satu cara agar lidah kita dikuasai oleh TUHAN adalah dengan banyak memuji dan menyembah TUHAN, banyak berbahasa Roh dan mengucapkan janji TUHAN dalam hidup kita.

Kesimpulan

Lidah adalah bagian kecil dari anggota tubuh manusia yang memiliki peranan sangat besar dalam perjalanan kehidupan. Lidah dapat digunakan untuk tujuan yang baik atau merusak, tergantung dari manusia yang menggunakannya. Sebagai murid YESUS kita harus menggunakan lidah lidah kita sebagai alat untuk menyatakan kasih, sehingga dengan demikian nama TUHAN dipermuliakan. [SH/2011]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>