Tag Archives: humor

uang persembahan

Ada 3 org Pendeta,
1 dari indonesia,
1 dari amerika dan
1 lg dari china.
Mereka bertiga lg bahas mengenai uang derma para jemaat.

Org Amerika :
Kalo saya biasanya bagi uang itu dengan Tuhan, caranya saya atur batas kiri dan kanan. Lalu uang saya lempar ke atas. Uang yg jatuh di batas kiri adalah milik saya. Uang yg jatuh di batas kanan adalah milik Tuhan (Gereja)

Org Indonesia :
Hmm, kalo saya sih mirip begitu atur uangnya, tapi saya bikin lingkaran yg disebut dgn “lingkaran kasih” lalu uang saya lempar ke atas !!! Uang yg jatuh di lingkaran adalah milik Tuhan (Gereja) lbhnya milik saya.

Org China :
Haiyaaaa kalian koq susah2 ??? Kl owe sama seperti kalian lempar ke atas uangnya… Yang jatuh ke bawah lg milik owe semua, yg tertinggal di atas milik Tuhan (Gereja).
:D :D :D :D ………. =-? =-? =-?
Yg mana lebih baik ya ?


Berlian palsu

Seorang istri merajuk kepada suaminya agar dibelikan mobil sebagai hadiah Natal. Tetapi si suami malah membelikannya cincin berlian yang luar biasa indahnya. Teman si suami terheran-heran dengan pilihannya.

Diam-diam dia bertanya, “Mengapa kamu justru membelikan istrimu cincin berlian, bukannya mobil?”

Si suami tersenyum, “Susah mencari mobil palsu.”

perampok

Pada saat malam Natal yang tenang dan syahdu, pintu sebuah rumah dibuka dengan paksa dan mengejutkan sepasang suami istri yang sedang tertidur nyenyak. Seorang lelaki dengan wajah garang mengacungkan senjata tajam ke arah si istri.

“Sebelum kamu mati kubunuh, sebutkan dulu namamu!”
Dengan tergagap si istri menjawab, “Na…nama sa…saya Na…Natalia.”

“Natalia? Namamu sama dengan nama istriku. Aku tidak akan membunuhmu,” ujar si perampok. Lalu ia mendekati si suami dan sambil mengacungkan senjatanya ia berkata,
“Sebutkan namamu!”

Si suami menjawab, “Namaku Irwan…, tapi semua orang memanggilku Natalia.”

Ngak luka apa-apa

Boni terkenal sebagai anak “ugal-ugalan”. Dia sering menaiki motor tanpa aturan yang benar. Pada malam Natal Boni pulang dengan wajah babak belur.

Ibu: “Kamu kenapa lagi, Bon? Pada hari Natal saja kamu tetap berulah.”
Boni: “Boni menabrak bapak tua yang sedang duduk, Ma.”
Ibu: “Apa?!… Sekarang keadaan bapak itu bagaimana?”

Boni: “Ma…” (sebelum Boni menjelaskan, si Mama terus menerocos tanya macam-macam tentang kejadian itu)
Ibu: “Apa sudah dibawa ke rumah sakit? Kok kamu babak belur begitu? Kamu aja babak belur begitu, bagaimana dengan bapak itu? Sudah ada pihak keluarga yang dihubungi apa belum?”

Boni: “Ma! Tenang dulu dong. Bapak itu tidak luka apa-apa”
Ibu: “Kok bisa?”
Boni: “Lha, bapak itu duduk di dalam mobil.”

Ngak boleh curang

Empat orang telah bersepakat untuk menunggu Natal menjelang dengan bermain judi.

Sebelum permainan dimulai, sambil mengocok kartu, si bandar judi berkata, “Dalam permainan nanti tidak boleh ada yang main curang. Ingat, curang itu dosa, apalagi ini malam Natal!”

Ngak perlu repot

Jim dan Ellen menikah pada akhir Desember dan mengundang orangtua mereka untuk merayakan makan malam Tahun Baru mereka yang pertama.

Malam Tahun Baru tiba dan Jim mengutarakan maksudnya untuk pergi jalan-jalan dengan teman-temannya agar istrinya dapat dengan bebas menyiapkan makan malam istimewa.

“Kamu nggak perlu terlalu repot lagi kok,” katanya pada istrinya. “Aku sudah mencabuti bulu-bulu ayam yang akan kau masak. Sekarang kamu tinggal menangkapnya, kemudian memotongnya, dan memasaknya.”